Jumat, 17 Februari 2012

Mengapa FPI harus di bubarkan ?

Front Pembela Islam atau sering disebut juga FPI adalah salah satu forum yang sedang hangatnya dibicarakan oleh masyarakat luas. Mereka menentang kekerasan yg dilakukan oleh FPI. Tapi mereka tidak pernah melihat apa yg dilakukan oleh FPI di balik itu. Berikut adalah kegiatan yg dilakukan oleh FPI selama ini :

  1. Tatkala FPI turun di aceh, 1300 laskar kami turunkan, kerja pagi siang sore malam untuk mengevakuasi mayat-mayat saudara kami. Seratus ribu lebih mayat, 70.000 mayat kami evakuasi, kami bungkus..kami shalatkan dan kami kuburkan. KH Ahmad Shobri Lubis selaku sekjen ikut turun, Habib Abdurrahman dari Pasuruan ikut turun membawa 40 santrinya dan saya selaku ketua umum ikut turun, 2 bulan lebih saya dan kawan-kawan tinggal di kemah ditengah pemakaman pekuburan saudara. Apa yang begini masuk di televisi?
  2. Begitu terjadi gempa saudara di jawa barat yang merusak puluhan ribu rumah…laskar kami di Jawa Barat kami turunkan ribuan laskar untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Perbaikan-perbaikan rumah ibadah, madrasah dan pondok pesantren, apa masuk televisi ?
  3. Sumatera barat gempa, dahsyat. Sekolah-sekolah roboh, sementara anak-anak didik tidak mau ujian. Kami turunkan laskar-laskar, bangun sekolah-sekolah darurat, agar para siswa dan siswi bisa belajar sehingga mereka bisa mengikuti ujian dan akhirnya mereka lulus. Apa ada yang begini masuk di televisi ?
  4. Gempa di jogjakarta tahun 2006 ditambah dengan letusan merapi..saudara.. Kita turunkan ratusan laskar kita, kita buat posko dimana mana, pengobatan gratis, dokter gratis, makan gratis. Apa yang begini masuk di televisi ?

Begitu FPI atau laskarnya turun di Monas ngemplangin liberal, ahmadiyah, masuk televisi , diputar tiap hari saudara…….

Demikianlah cuplikan Tausiyah Habib Rizieq Shihab pada deklarasi FPI Sul-sel di Mesjid Al markaz al Islami Makassar pada 18 februari 2011 silam. Mungkin ada yang pro dan kontra dengan sikap FPI selama ini, pun demikian, semua pihak harus mendapatkan keadilan tanpa pandang bulu. Ada apa dengan media kita yang tidak bersikap adil terhadap FPI ???????
Smoga Allah senantiasa menjaganya dn melahirkan generasi2 yg mewarisi keberaniannya..yrabb farrajak lahum!!




MESUJI - Tim MER-C untuk Mesuji yang terdiri dari 4 relawan (1 dokter, 1 sarjana kedokteran, 1 logistik dan 1 supir) yang berangkat pada hari Senin malam (26/12), akhirnya tiba di pengungsian Posko Tugu Roda Mesuji pada esok harinya, Selasa (27/12) pukul 1 siang. Setibanya di sana, tim langsung berkoordinasi dengan relawan Front Pembela Islam (FPI) dan warga setempat.
Informasi yang didapat oleh Tim, kamp pengungsian Tugu Roda sudah ada sejak satu bulan yang lalu. Jumlah warga yang mengungsi diperkirakan sebanyak 3.000 orang, dengan 100 diantaranya adalah balita. Mereka terdiri dari berbagai agama, yaitu Islam, Kristen dan Hindu, namun kini tidak lagi mempunyai tempat peribadatan karena semua sudah rata dengan tanah. Tempat tinggal mereka pun adalah tenda-tenda terpal yang merupakan hasil swadaya warga sendiri.



Menurut pengakuan warga, selama satu bulan ini* juga belum pernah ada pelayanan kesehatan yang masuk ke daerah mereka. Jika ada warga yang ingin memeriksakan kesehatannya, maka mereka harus berjalan sejauh 3 km untuk mencapai Puskesmas terdekat.
Ironisnya, meskipun posisi pengungsian Tugu Roda sebenarnya berada dekat dengan jalan besar lintas Sumatera ke arah Palembang, namun ternyata banyak masyarakat yang tidak mengetahui adanya pengungsian tersebut.
Di hari yang sama, pukul 5 sore Tim MER-C langsung membuka pelayanan pengobatan bertempat di salah satu tenda. Pengobatan berlangsung hingga pukul 9 malam dengan jumlah pasien yang berobat pada hari itu sebanyak 70 orang. Penyakit yang banyak diderita warga adalah hipertensi, sistem pernafasan serta penyakit kulit.



Karena tidak ditemukan kasus emergency di sini, maka keesokan harinya Tim memutuskan untuk menyusuri wilayah lainnya dengan didampingi oleh relawan FPI.
Hingga hari Kamis (29/12), tim telah mengunjungi dan melakukan pengobatan Tunggal Jaya, Pelita Jaya 1, Pelita Jaya 2, dan Talang Gunung. Talang Gunung yang merupakan wilayah yang paling terisolir yang didiami oleh penduduk asli akhirnya berhasil dikunjungi oleh Tim MER-C pada hari ini, Kamis (29/12). Dibutuhkan waktu 2 jam untuk mencapai lokasi dengan medan yang sulit dan berlumpur tebal. Bahkan tim melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk mencapai tempat tinggal warga karena mobil sudah tidak bisa masuk.



Total warga yang mendapat pelayanan medis dari Tim MER-C selama 3 hari ini berjumlah 450 orang. Usai pengobatan, Tim MER-C kembali ke Posko Utama di Tugu Roda. Tim mendapat satu tenda yang difasilitasi oleh relawan FPI. Pada siang hari tenda ini difungsikan sebagai tempat pengobatan bagi warga dan pada malam harinya menjadi tempat tim beristirahat.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More