Senin, 24 Desember 2012

Benarkah Luar Angkasa Ada ?

Sejak awal abad ke-20, pencarian makhluk luar angkasa meningkat yang diikuti para astronom, Ufologi dan pengikut teori Astronot Kuno.
Mereka semua mencari makhluk yang sama tapi sayangnya astronom mengabaikan dua jalur lain dari penelitian ini. Menurut astronom semua ribuan penampakan UFO yang dilaporkan dan teori lainnya tidak menjamin perkembangan ilmu pengetahuan yang lebih serius.
Ketika kita berbicara tentang makhluk luar angkasa, tidak ada kata lain selain mitos dan keyakinan tentang adanya Dewa kuno. Dalam beberapa tradisi yang kita temui sebenarnya sudah menggambarkan adanya makhluk luar angkasa dan pernah hidup diantara nenek moyang kita. Salah satunya kuil ataupun yang kini telah menjadi situs, sebuah tempat yang tidak hanya sebagai kuil dimana para pemeluknya menyembah para Dewa, tapi juga sebagai rumah makhluk luar angkasa ketika berada di Bumi.

Mengungkap Keberadaan Makhluk Luar Angkasa

Dalam buku Supernature karya Lyall Watson menjelaskan mengapa pendirian mereka bertentangan dengan ide-ide baru yang datang dari luar dan yang bertentangan dengan pandangan sendiri. Seseorang yang mencari sesuatu mulai menerapkan pengetahuan yang lebih besar, lebih luas, dan dia diakui sebagai penemu analisis tersebut. Kemudian orang kedua mengikuti pencarian selanjutnya dan mulai mencari titik terang lain. Meskipun pendatang baru mencapai beberapa hasil positif, tapi orang pertama tidak bisa dilupakan karena dia lebih dulu menemukan analisis awal.



Salah satu film dokumenter TV yang menceritakan tentang teori Astronot Kuno, seorang astronom menyatakan bahwa tidak ada bukti kuat tentang keberadaan makhluk luar angkasa pernah mengunjungi planet bumi. Sebagai masyarakat umum, kita meyakini bahwa astronom mempunyai dalil kuat dan berhak menolak pendapat itu, kebanyakan astronom menganggap hal itu benar.
Para astronom telah memberikan wawasan yang luar biasa dalam pengetahuan alam semesta, seperti penjelajahan canggih NASA dengan mendaratkan perangkat di planet Mars untuk melakukan serangkaian percobaan. Tapi sejak 6 Agustus 2012 para astronom sejauh ini menggunakan Drake Equation, sebuah rumus matematika yang digunakan untuk memperkirakan peradaban luar bumi yang terdeteksi di galaksi Bima Sakti.

Bukti Keberadaan Makhluk Luar Angkasa

Kurangnya bukti yang mendukung teori Astronot Kuno, arkeolog menganalisa sejarah yang telah menjadi situs agama prasejarah. Mereka mungkin menemukan tulang manusia atau hewan, tetapi hanya dapat menduga dan terinspirasi pada sifat upacara yang berlaku pada zaman itu. Kebanyakan orang-rang belahan Barat sedikit mengetahui tentang apa yang terjadi dalam upacara agama Hindu. Bagaimana bisa arkeolog memahami makna ritual yang berlaku pada sebuah situs beberapa ribu tahun yang lalu?
Para arkeolog mungkin tidak menyadari bahwa di seluruh peradaban kuno terdapat versi cerita agama yang berbeda tentang Dewa Langit dan banyak budaya Asia mengadakan festival yang dirayakan tahunan. Beberapa arkeolog menunjukkan bahwa bukti adanya pesta di sebuah situs menunjukkan bahwa penduduk di sana menghormati nenek moyang mereka, atau semua itu terhubung dengan musim panen, tapi mengapa tidak menyembah dewa? Beberapa agama yang ada saat ini, kuil dianggap sebagai rumah Dewa dan hal ini terjadi pada nenek moyang kita terdahulu.
Dan semua ini cukup menjelaskan bahwa situs yang sedang digali sangat sakral dan bukan sebagai rumah, tapi mengapa tidak terfikir bahwa semua itu mungkin rumah seorang Dewa, atau rumah Dewa ketika berada di Bumi?
Seperti situs yang ada di Asia Tenggara, arkeolog Barat masih sedikit meyakini peradaban yang pernah terbentuk disepanjang India hingga Selat Sunda. Mereka masih meyakini suku Maya, Yunani kuno dan Mesir kuno karena budaya dan tradisi sudah melekat didirinya.
Arkeolog barat mungkin melupakan tradisi dan budaya di Asia, seperti tarian Bali dan upacara ataupun festival yang diadakan masyarakat Jawa. Sama halnya dengan tarian ular dan legenda-legenda cerita Naga yang berbeda disetiap budaya. Farra menyatakan bahwa semua ini terkait dengan pemujaan makhluk luar angkasa hingga manusia membangun kuil diantara peradaban mereka, tak hanya sebagai tempat memuja, melainkan rumah para Dewa.

Pleiades, Tradisi Yang Ditinggalkan Dewa Langit

Selama 30 tahun terakhir, Leonard Farra dalam bukunya The Pleiades Legacy memburu bukti adanya kunjungan makhluk luar angkasa ke Bumi dan dengan menemukan pengaruh budaya dan tradisi yang masih melekat selama bertahun-tahun. Beberapa agama terdahulu menceritakan tentang Dewa dan lebih banyak diadopsi untuk menutupi aspek-aspek lain dari kehidupan seperti cinta, perang, dan laut. Di Mesir Kuno, meskipun ada ratusan Dewa lokal, Dewa Osiris paling dihormati sepanjang sejarah. Orang Yunani juga memiliki legenda tentang Pleiades yang dipersonifikasikan dalam bentuk Seven Sisters dan diwakili Dewi Maia, mereka juga mengadopsi beberapa tradisi Dewa Langit sebelumnya di Timur Tengah.
Ketika Pleiades muncul pada tanggal 1 Mei, Celtic dan budaya lainnya di Eropa Utara merayakan festival Bel’taine. Hari tersebut menjadi hari libur dibulan Mei dan kemudian diadopsi sebagai Hari Buruh. Sebelumnya May Day tidak diketahui tetapi tampaknya lebih dekat menceritakan tentang sejarah agama Dewa langit.
Ketika Pleiades muncul pada tanggal 1 November, Celtic dan masyarakat Eropa Utara merayakan Festival Of The Dead yang didasarkan pada kisah Banjir Besar. Bencana dan badai sering dikaitkan dengan Pleiades, festival ini kemudian diadopsi oleh Gereja dengan sebutan All Hallows dan sekarang lebih dikenal dengan sebutan Halloween.
Pada Abad Pertengahan, legenda aneh mulai menyebar ke seluruh Eropa dan ilmuwan waktu itu tidak bisa menjelaskan asal-usul mereka. Ketika orang Eropa mulai menjelajahi Dunia Baru, mereka tiba di benua Amerika dan berhadapan dengan orang-orang yang mengikuti ajaran agama Dewa langit, mereka merayakan festival yang sama seperti Pleiades. Columbus tiba di Dunia Baru dan beberapa penduduk asli masih memiliki perayaan fesival, pihak Gereja menekan agama orang-orang meyakininya dan mengajarkan Kristen, namun beberapa tradisi sebelumnya telah bertahan. Saat ini sebagian dari pemeluk Kristen disana masih merayakan festival ketika Pleiades muncul.
Tradisi Dewa langit memperkenalkan kultus mistik dan beberapa aspek dari cerita ini juga tercermin pada pengetahuan, seperti astrologi, arsitektur sakral, numerologi, festival, tradisi, cerita rakyat, adat istiadat, simbolisme gereja, yang diadopsi dari agama sebelumnya.
Sebagian para astronom mengatakan bahwa bukti kehidupan makhluk luar angkasa di alam semesta akan menjadi peristiwa terbesar dalam sejarah manusia. Banyak legenda seperti tarian ular yang dikaitkan dengan agama Dewa langit, diwariskan dari generasi ke generasi dan mempengaruhi beberapa kisah yang diceritakan di Abad Pertengahan. Cerita tentang naga, ribuan tahun mungkin menjadi alegoris dan berhubungan dengan konflik kekerasan yang konon terjadi ketika makhluk luar angkasa berada di Bumi.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More