Senin, 03 Juni 2013

Kutub Utara, Awal Peradaban Dunia ?

Bagaimana sejarah awal peradaban awal dan tertua di Bumi? Peradaban pertama lebih maju yang menciptakan makhluk hybrid Yakjuj dan Makjuj, berasal dari wilayah Kutub Utara.
Ketika Allah menciptakan Adam sebagai khalifah dimuka Bumi, kemudian Dia juga menciptakan manusia lain dan menurunkannya ke Bumi sebelum Adam diturunkan. Masa-masa peradaban awal berkisar 20 ribu tahun sebelum Adam menjadi khalifah dimuka Bumi untuk meluruskan umat manusia.





Pada Juli 2012, Dailymail pernah memberitakan penemuan peradaban dibawah laut North Sea. Mereka menyebut peradaban ini terkait dengan benua yang hilang dimana orang-orang Doggerland dari Skotlandia pernah hidup diwilayah Utara antara 18,000 hingga 5,500 SM.
Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut (manusia) (QS Al Insaan: 1)

Peradaban Awal Manusia Sebelum Adam

Bumi pada satu waktu dihuni Jin dan manusia, mereka berkembang membentuk peradaban awal yang besar dimana setiap makhluk ciptaan Allah dikenalkan dengan Tuhannya. Pada zaman itu manusia mengalami perkembangan sangat maju, mereka menerapkan pengetahuan dari Surga. Seperti Adam yang mengenalkan semua jenis cipataan Allah kepada malaikat tanpa satu kesalahanpun. Disini terlihat jelas, bahwa Adam sosok makhluk yang pintar, dia sanggup mengingat ilmu allah dimana makhluk lain (malaikat) tak mampu menciptakannya.
Keluarlah kamu dari surga, karena sesungguhnya kamu itu terkutuk (Iblis). Dan sesungguhnnya kutukan itu tetap menimpa sampai pada hari Kiamat. (Al Hijr: 34-35 )
Maka terbentuklah sebuah peradaban awal, negara yang dikelilingi tembok, dimana penduduknya menerapkan pengetahuan terhebat yang pernah ada, mereka membangun berbagai peralatan dan kenderaan yang mungkin tak pernah kita lihat saat ini. Rumah-rumah yang tersusun dari batu, kekayaan alam yang berlimpah, manusia yang pintar, tetapi mereka menyembah berhala dan patung-patung berukuran besar, serta piramida pertama dan terbesar yg pernah ada. Kulit mereka putih, berwajah oval, matanya bergaris lurus, para wanita menggunakan mahkota dari emas yang bentuknya mirip ekor cendrawasih.
Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di Bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat seperti kamu. Tiadalah Kami apakan sesuatu apapun didalam Alkitab, kemudain kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan (Al An’am: 38)
Angkasa berterbangan kenderaan yang mereka ciptakan, berbentuk burung dan panjang dan memiliki kekuatan armada terbesar kala itu. Kenderaan terbang mirip dengan artefak yang ada di piramida Mesir. Mereka menembus angkasa, menjelajah angkasa yang dingin diselimuti es berwarna biru, mereka membentuk koloni kecil diatasnya.
Mereka menciptakan makhluk yang belum pernah dilihat manusia yang disebut Manusia Setengah Dewa, bertanduk dan tanpa belas kasih. Disinilah awal mula dikenalnya perbintangan, seperti Sirius, Orion, dimana masing-masing bintang melambangkan seorang Dewa, yang tak lain adalah kaki tangan Iblis. Dan lihatlah relief yang tertinggal di Piramida Mesir, sosok Dewa digambarkan sebagai makhluk hybrid, dan Allah telah berfirman:
Dan di Bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin (Al Dzaariyaat: 20)
Al-Mas’udi (ahli sejarah dan geografi Baghdad abad ke-19) pernah menyebutkan dalam bukunya;
“Sebelum Adam, Allah menciptakan makhluk sebanyak 28 golongan, diantaranya memiliki sayap, ada yang bertubuh hitam, berkepala burung, ada pula yang memiliki dua wajah. Sebagian mereka menyerupai manusia termasuk wajah dan anggota tubuh lainnya. Makhluk-makhluk ini menikah dan melahirkan keturunan hingga mencapai 120 umat.”
Iblis telah berjanji kepada Allah, bahwa dia akan terus membuat umat manusia yang ada di Bumi terjerumus kedalam lembah api neraka. Dan disaat itu pula manusia Dewa diturunkan ke Bumi dari tempat yang dingin, menganggap mereka sebagai Dewa yang pantas disembah. Tubuh mereka besar, gagah, dan menguasai sihir yang diajarkan Iblis.
Allah telah memberikan kemakmuran pada penduduknya, peradaban awal dihiasi kota-kota yang indah, tak ada asap pembakaran, kota yang terlihat dari jauh gemerlap seperti emas, dan dipimpin Dewa kaki tangan Iblis. Pelacuran dan perbuatan biadab sudah menjadi hal yang biasa, dimana wanita tidak memiliki harga yang pantas dan bebas berhubungan dengan siapa saja yang menghendaki. Bersekutu dengan Jin dan Syeitan sudah menjadi hal yang lazim dalam tradisi.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More