Jumat, 21 Juni 2013

Planet Goldilock. Planet Persis Bumi ?



Planet Goldilock memiliki suhu yang bisa mendukung kehidupan dan kemungkinan memiliki deposit salju persis seperti yang ada di Bumi.
Setelah penjelajahan planet Mars yang mengirimkan Curiosity, walaupun disana tidak ditemukan tanda-tanda zona layak hidup, ilmuwan terus berusaha menemukan planet lain yang dianggap sebagai kandidat lain exoplanet seperti planet Goldilock dan Kepler-22b. Luar angkasa memiliki milyaran benda langit yang tidak sepenuhnya terdeteksi, tapi para peneliti berpendapat bahwa kemungkinan planet yang mirip dengan Bumi pasti akan ditemukan.
Walaupun nantinya planet-planet itu ditemukan, yang menjadi kendala adalah transportasi, jelas sangat tidak memungkinkan manusia mengirimkan penjelajah (seperti Curiosity) dengan hitungan jarak ratusan atau ribuan tahun cahaya. Tetapi dengan menemukan zona layak huni, setidaknya membuktikan bahwa diluar sana ada kehidupan ekstrateresterial.

Defenisi Baru, Planet Goldilock Layak Huni

Ketika sebuah planet Goldilock memantulkan sinar dari bintang induknya, atmosfer planet akan meninggalkan jejak refleksi atau semacam sidik jari yang dapat digunakan astronom untuk mempelajari atmosfer planet Goldilock. Dalam skema kosmik, untuk menemukan planet seukuran Bumi kemungkinannya relatif kecil. Kebanyakan ratusan atau bahkan ribuan tahun cahaya dari planet Bumi, planet-planet ini hampir sepenuhnya tersembunyi oleh cahaya bintang induknya, dan jelas menjadi hal yang sangat sulit untuk dipelajari.
Kepler-22b dianggap peneliti sebagai benda luar angkasa yang layak huni di luar tata surya. Tetapi kenyataan itu bertolak belakang dan sepertinya tidak ada kemungkinan kehidupan bagi manusia. Analisa kelayakan huni tidak tepat ditujukan pada planet tersebut, tetapi planet Goldilock yang lebih pantas untuk digunakan sebagai exomoon ataupun exoplanet di sekitar bintang tersebut dimana air mungkin bisa ditemukan.
Pesawat luar angkasa Kepler-NASA telah menemukan sebuah longsoran salju di planet Goldilock pada bulan Maret lalu. Temuan ini juga mencakup planet dengan matahari ganda, lebih besar dari Bumi dan sistem surya miniatur. NASA juga mempertimbangkan sebuah observatorium bernama TESS (Transiting Exoplanet Survey Satellite) yang didukung sebagian oleh Google, misi yang dipimpin secara khusus dirancang untuk menemukan exoplanet di lingkungan galaksi lokal. TESS akan mempelajari ratusan bintang pada jarak 50 tahun cahaya dari Bumi, cukup dekat untuk mempelajari detail planet-Goldilock.
Planet Goldilock, memiliki suhu yang bisa mendukung kehidupan, zona layak huni digunakan sebagai alat utama bagi para pemburu planet ekstrasurya yang terus berlomba menemukan planet yang benar-benar pantas menjadi alternatif Bumi. Ravi Kopparapu, ilmuwan dari Penn State University menyatakan bahwa kebanyakan peneliti masih menggunakan definisi yang dijabarkan pada tahun 1993, dan defenisi ini belum diperbarui dalam 20 tahun terakhir. Sebelumnya, banyak planet yang diduga layak huni, bahkan planet Mars juga pernah diduga sebagai zona layak huni. Tapi sampai saat ini pihak NASA belum membenarkan kalau planet yang sedang dianalisa tersebut benar-benar pantas untuk membangun peradaban baru.
Kopparapu dan timnya mempunyai definisi baru ‘Habitable Zones Around Main-Sequence Stars: New Estimates‘, dia menyebutkan batas zona layak huni selalu bergantung pada temperatur bintang tersebut, ditambah perkiraan kelayakan atmosfer pada planet-planet yang akan menyerap panas dari bintang mereka. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, percobaan laboratorium telah memunculkan angka baru yang menjelaskan bagaimana air dan karbon dioksida menyerap cahaya dari berbagai jenis bintang. Redefinisi ini didasarkan pada angka-angka tersebut yang pada akhirnya akan mendorong zona layak huni jauh dari bintang, tidak seperti yang dijelaskan pada definisi lama.
Saat ini banyak planet yang telah ditemukan, termasuk planet Kepler-22b yang sebenarnya terlihat terlalu panas dan mungkin permukaannya kering, sangat tidak sesuai dengan kriteria redefinisi zona layak huni.
Seperti Bumi yang berada di tengah-tengah zona layak huni matahari yang sekarang berkurang satu juta kilometer jaraknya, hampir terlalu panas dan telah melelehkan kutub Bumi. Planet Bumi sangat ramah, ketidak miripan dengan planet lain mungkin karena planet-planet itu tidak memiliki awan yang memantulkan sinar matahari.
Planet Goldilock mungkin akan menjadi kandidat sebagai zona layak huni, peneliti exoplanet telah mengenal planet ini selama bertahun-tahun. Awan, aktivitas gunung berapi, lokasi bulan, dan planet lain disekitar tata surya-nya sangat penting dalam kehidupan yang bisa dikembangkan seperti Bumi. Masa depan tak dapat diprediksi, apakah manusia akan memasuki era baru seperti di film fiksi. Tapi tampaknya kemampuan dan perkembangan teknologi saat ini sangat cepat mengalami perkembangan, terutama teknologi komputer dan pesawat ruang angkasa yang tampaknya beberapa negara sudah ikut mengambil bagian eksplorasi baru.
Sebenarnya permasalahan ini hanya terkendala pada satu hal, yaitu sistem propulsi yang masih membatasi jangkauan terbang sebuah pesawat. Bagaimana mungkin manusia bisa mengeksplorasi luar angkasa jika sistem mesin pun masih menggunakan bahan bakar? Dan bagi orang-orang yang berimajinasi tentang adanya bahan bakar nuklir, mungkin sangat tepat digunakan diluar angkasa yang tentunya lebih aman tanpa adanya gangguan radiasi.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More